Langsung ke konten utama

Puisi: Maha Besar Semesta

 

Henry & Co. on Unsplash

tak ayal lagi

beberapa cangkir kopi yang ia sesap sepanjang hari membuatnya terjaga

tak ada yang sudi ia lewatkan

lelah untuknya hanyalah untuk yang lemah

ia kerap menampik pasrah

sebab keresahan baginya adalah alasan untuk terus menjelajah


ia sadar bahwa kawan bisa menjadi lawan

suatu hukum alam yang tidak dapat dinafikan

oleh sebabnya akalnya yang kekar acap menawannya dari getirnya sesal

dan begitulah ia diselamatkan


pencarian adalah tambat hidupnya di bentala

kilah untuk terus berlanglang

meski tak semua haluan memberikan jawaban

maha besar semesta

manawan namun fana


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi: Singgah Belaka

Jr Korpa on Unsplash kala kelengangan sudah biasa. mengusir sepi sudah bukan angan-angan sekonyong-konyong berlabuh pelipur lara. kureguk kehadirannya tak ayal lagi malapetaka. namun jiwaku yang kosong mantap merengkuhnya. layuh aku tanpanya. kini sempurna ia bertolak. gentas tak menyisakan jejak.

Ihwal Akal

Ihor Malytskyi on Unsplash     Untuk orang sepertiku, realita nyaris sukar kukecap. Entah sejak kapan segalanya bermuara. Kudapati kehidupanku hanya bergerak di dalam pikiran-pikiranku yang rumit. Suatu waktu aku merasa aku mampu mengetahui segalanya tanpa mesti aku mengalaminya. Baik benak maupun firasatku mengukuhkan hal itu. Padahal jika aku telusuri lebih dalam, obyek pengamatanku hanyalah sebatas produk fiktif (musik, film, dan buku  ‒ red ) . Dari sana interpretasiku terhadap realita dibentuk. Tetapi, pertanyaanku, bukankah hampir banyak orang lain di luar sana pun melakukan hal yang sama sepertiku? Cukupkah hanya dengan produk fiktif itu hidupku menjadi sangat utuh tanpa pernah sedikitpun aku berusaha mencicipi hal-hal di dunia nyata? Terus terang pertanyaan itu masih kerap menggema dibenakku. Dan percayalah tidak ada yang jauh lebih melelahkan dibandingkan ketika kamu selalu mengisolasi dirimu dan membiarkan pikiranmu terus menerus dihantui segala pertan...