Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi: Maha Besar Semesta

  Henry & Co . on Unsplash tak ayal lagi beberapa cangkir kopi yang ia sesap sepanjang hari membuatnya terjaga tak ada yang sudi ia lewatkan lelah untuknya hanyalah untuk yang lemah ia kerap menampik pasrah sebab keresahan baginya adalah alasan untuk terus menjelajah ia sadar bahwa kawan bisa menjadi lawan suatu hukum alam yang tidak dapat dinafikan oleh sebabnya akalnya yang kekar acap menawannya dari getirnya sesal dan begitulah ia diselamatkan pencarian adalah tambat hidupnya di bentala kilah untuk terus berlanglang meski tak semua haluan memberikan jawaban maha besar semesta manawan namun fana
Postingan terbaru

Puisi: Penat

  Adrian Swancar on Unsplash penat, bertandang hampir selalu di waktu yang tak tepat atau barangkali egoku yang kelewat keparat hanya mementingkan hasrat mengukuhkan tekad padahal pikiran dan raga pun butuh rehat sesekali diri ini perlu diajak berembuk agar damai dan tenteram terbentuk jika hati adalah suaka bagi prasangka ia acap mati dan takkan kuasa memulihkan pelbagai luka

Puisi: Tirah Baring

Jurien Huggins on Unsplash tatkala bicara tak lagi bermakna berpaling dan helalah napas persoalan sekali waktu tak mesti dimufakatkan alih-alih kesabaran dipungut amarah kian disulut waktu menatar kesiapan dan kesudian tak perlu tergesa-gesa mengayuhlah perlahan hingga tertentang tujuan

Puisi: Singgah Belaka

Jr Korpa on Unsplash kala kelengangan sudah biasa. mengusir sepi sudah bukan angan-angan sekonyong-konyong berlabuh pelipur lara. kureguk kehadirannya tak ayal lagi malapetaka. namun jiwaku yang kosong mantap merengkuhnya. layuh aku tanpanya. kini sempurna ia bertolak. gentas tak menyisakan jejak.

Puisi: Menampik Sesal

Lucas Clarysse on Unsplash ihwal enteng maupun pelik kehidupan ini nyatanya adalah skenario tertulis yang telah ranum namun dalam realisasinya adalah sebuah saduran yang tak berkesudahan. terbesit paham, sudah bukan saatnya untuk kita saling menyalahkan. kita acap teperdaya oleh pilihan. ketika angan yang ditanam tumbuh kandas, menukas nasib dirasa pantas. sudah bukan saatnya melencangkan ketidakpastian. perkara berhasil ataupun gagal sudah sepatutnya beriringan.

Puisi: Ihwal Hayat

Guilherme Romano on Unsplash kehidupan berubah perlahan namun tak selalu pasti  menyapu setiap jejak agar sukar dikenang dan didiami oleh mereka yang urung beranjak kehidupan punya caranya sendiri tidak terikat namun mengikat membentangkan seutas tali yang panjangnya tak terhingga dan ujungnya tak teraba ia amat tipis dan kendur alhasil sukar digenggam kehidupan dan waktu berjalan beriring-iringan nyaris tanpa ada jarak dan batas menciptakan linimasa bagi manusia keduanya berdikari jauh dari navigasi manusia kehidupan amatlah muskil kerapkali namun tak selalu mengurungkan pelbagai rencana  kadang kala terbesit apakah hayat ini raga belaka lengang dan lasa ihwal akal rupanya lengkara

Puisi: Tatkala Lengang

Sasha Freemind on Unsplash tatkala lengang di sini ia berdiam diam-diam mengintai yang sukar digapai memudar perlahan menyusut seiring mendekat melumpuhkan rasa riang tatkala lengang di sini ia ditinggalkan dan berujung usang