Langsung ke konten utama

Puisi: Penat

 

Adrian Swancar on Unsplash

penat, bertandang hampir selalu di waktu yang tak tepat

atau barangkali egoku yang kelewat keparat

hanya mementingkan hasrat

mengukuhkan tekad

padahal pikiran dan raga pun butuh rehat


sesekali diri ini perlu diajak berembuk

agar damai dan tenteram terbentuk

jika hati adalah suaka bagi prasangka

ia acap mati dan takkan kuasa memulihkan pelbagai luka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi: Maha Besar Semesta

  Henry & Co . on Unsplash tak ayal lagi beberapa cangkir kopi yang ia sesap sepanjang hari membuatnya terjaga tak ada yang sudi ia lewatkan lelah untuknya hanyalah untuk yang lemah ia kerap menampik pasrah sebab keresahan baginya adalah alasan untuk terus menjelajah ia sadar bahwa kawan bisa menjadi lawan suatu hukum alam yang tidak dapat dinafikan oleh sebabnya akalnya yang kekar acap menawannya dari getirnya sesal dan begitulah ia diselamatkan pencarian adalah tambat hidupnya di bentala kilah untuk terus berlanglang meski tak semua haluan memberikan jawaban maha besar semesta manawan namun fana

Puisi: Tatkala Lengang

Sasha Freemind on Unsplash tatkala lengang di sini ia berdiam diam-diam mengintai yang sukar digapai memudar perlahan menyusut seiring mendekat melumpuhkan rasa riang tatkala lengang di sini ia ditinggalkan dan berujung usang

Puisi: Singgah Belaka

Jr Korpa on Unsplash kala kelengangan sudah biasa. mengusir sepi sudah bukan angan-angan sekonyong-konyong berlabuh pelipur lara. kureguk kehadirannya tak ayal lagi malapetaka. namun jiwaku yang kosong mantap merengkuhnya. layuh aku tanpanya. kini sempurna ia bertolak. gentas tak menyisakan jejak.