Ihor Malytskyi on Unsplash Untuk orang sepertiku, realita nyaris sukar kukecap. Entah sejak kapan segalanya bermuara. Kudapati kehidupanku hanya bergerak di dalam pikiran-pikiranku yang rumit. Suatu waktu aku merasa aku mampu mengetahui segalanya tanpa mesti aku mengalaminya. Baik benak maupun firasatku mengukuhkan hal itu. Padahal jika aku telusuri lebih dalam, obyek pengamatanku hanyalah sebatas produk fiktif (musik, film, dan buku ‒ red ) . Dari sana interpretasiku terhadap realita dibentuk. Tetapi, pertanyaanku, bukankah hampir banyak orang lain di luar sana pun melakukan hal yang sama sepertiku? Cukupkah hanya dengan produk fiktif itu hidupku menjadi sangat utuh tanpa pernah sedikitpun aku berusaha mencicipi hal-hal di dunia nyata? Terus terang pertanyaan itu masih kerap menggema dibenakku. Dan percayalah tidak ada yang jauh lebih melelahkan dibandingkan ketika kamu selalu mengisolasi dirimu dan membiarkan pikiranmu terus menerus dihantui segala pertan...
Komentar
Posting Komentar