Peristiwa demi peristiwa tak pernah tampak begitu kebetulan. Selalu saja ada
secuil hal yang terus akan melempar kita kembali ke masa yang sukar bagi kita
untuk berdamai.
Takkan pernah mudah memang mewujudkan kata-kata menjadi sebuah aksi. “Berdamai dengan masa lalu”. Omong
kosong. Tidakkah kita tahu betapa sulitnya itu untuk dilakukan? Bahkan ketika
kita tidak betul-betul mengikat kuat diri kita dengan seseorang ataupun sesuatu.
Tetap saja kita tidak bisa selalu berpikir bahwa kita bisa mengendalikan diri
kita dari segala yang pernah singgah. Lama maupun sementara.
Kemudian kita merasa kita mempunyai pilihan yakni dengan melibatkan orang
lain. Sungguh? Apa yang terbesit di kepala kita saat kita mencari sosok yang kuat
demi melindungi kita? Tidakkah yang kuat pun pernah rapuh? Apa kita begitu yakin
meminta pertolongan pada yang kala rapuh yang kini mendadak menjadi tangguh?
Pernahkah kita menelusurinya terlebih dahulu? Tidakkah seringkali kita hanya
berlaku egois dengan menyajikan masalah kita pada orang lain sementara kita tidak
pernah benar-benar peduli untuk mengetahui terlebih dahulu apakah orang itu
baik-baik saja? Mustahil. Bisakah rasa sakit yang sedang kita rasakan itu tiba-tiba
kita jeda?
Tidak. Sungguh kita selama ini telah lalai untuk mengindahkannya.

Komentar
Posting Komentar